Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2015

Review Film : Prisoners (2013)


Sejauh mana anda akan berjuang untuk menemukan anak anda yang hilang?

Well, kalimat tersebut cukup menggambarkan cerita dalam film ini.
Berawal pada saat perayaan thanksgiving, keluarga Keller Dover (diperankan oleh Hugh Jackman) mengunjungi tetangganya, keluarga Franklin Birch. Kedua tetangga tersebut sama-sama memiliki anak kecil, yaitu Anna dan Joy. Singkat cerita, kedua anak tersebut tiba-tiba menghilang saat bermain berdua. Kedua keluarga tersebut  berusaha mencari anak mereka tersebut dibantu oleh Detektive Loki (diperankan oleh Jake Gyllenhaal). Dugaan mengarah pada Alex Jones, seorang pria yang memiliki IQ setara dengan anak usia 10 tahun. Namun, karena bukti yang ditemukan tidak cukup, Alex pun akhirnya dilepaskan. Merasa bahwa Alex sebenarnya mengetahui keberadaan anaknya, Keller memutuskan untuk menculik Alex dan menghajarnya habis-habisan agar Alex mengaku. Namun ternyata tidak semudah itu mengorek informasi dari Alex, hingga akhirnya bukti-bukti keberadaan tersangka sesungguhnya perlahan-lahan mulai terungkap.

Ini sebenernya merupakan film yang sudah cukup lama, yaitu tahun 2013, tapi saya baru tahu dan baru nonton, jadi baru di review. Hehehe..

Menurut saya, film ini merupakan film drama-mystery yang akan membuat anda penasaran pada ending ceritanya. Alur cerita yang tidak terduga, ditambah dengan aktor yang sudah tidak asing lagi dan tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, membuat saya ikut larut pada emosi setiap scene ceritanya. 

Seorang keller yang religius, namun temperament; Loki yang selalu tenang dalam menyelidiki setiap kasus; dan Alex yang tidak bisa memberikan clue, namun sebenarnya menyembunyikan sesuatu, akan membuat anda geram namun juga turut prihatin pada nasibnya.

Siap-siap emosi anda akan dibolak-balik dalam film ini. Another spoiler : film ini tipikal film yang endingnya akan tetap berada dipikiran anda dan membuat anda tetap memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. 

Selamat menonton!

Nilai : 8/10


Kamis, 06 Agustus 2015

Review Film : Gone Girl (2014)



Inilah kegiatan saya untuk mengisi waktu luang akhir-akhir ini. Nonton film, terus coba direview deh. hehe.. Saya memang suka banget nonton film sampe kadang lupa waktu. Menurut saya, dengan menonton film, kita bisa masuk dan juga turut merasakan emosi aktor dalam film tersebut. Mungkin karena saya memang suka berimajinasi ya, jadi suka terlalu kebawa-bawa perasaan dalam film a.k.a baper abis. Misalnya kalo liat film sedih yang aktornya mati, saya bisa kepikiran dan sedih berhari-hari. Apalagi kalau film yang diliat merupakan film horor ataupun yang serem-serem gitu. Pernah malah pas lagi berenang saya tiba-tiba parno sendiri karena kepikiran ada hiu di belakang saya. Lebay banget yakk.. Hahaha..

Oke.. Skip.. langsung ke review film Gone Girl yaa..

Ini merupakan salah satu film yang menurut saya bisa membolak-balikkan emosi orang yang menonton film ini. Pikiran kita seperti di seret ke dalam emosi tertentu, kemudian di scene berikutnya membuat kita emosi pada hal lain. *duh, gimana sih bahasa saya* Maklumlah, saya emang pecinta film, tapi saya masih newbie dalam hal merangkai kata-kata untuk menjelaskan maupun mereview sesuatu. *peace*

Film ini bercerita tentang seorang pria (diperankan oleh Ben Affleck) yang mendapati istrinya hilang pada saat Ia pulang ke rumahnya. Tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dirumahnya mengindikasikan bahwa istrinya kemungkinan hilang diculik oleh seseorang. Namun setelah diselidiki lebih jauh oleh polisi, segala kemungkinan hilangnya sang istri justru tertuju padanya. 

Nah, seru kan? dari sekelebat sinopsis diatas aja pasti udah bikin penasaran. hehe.. Memang film ini bikin penasaran dari awal sampe akhir kok. Walaupun sebenarnya saya kurang suka dengan endingnya sih.. (bukan bermaksud spoiler yaa..) Tapi saya rasa, mungkin ada opsi cerita yang lebih "greget" untuk ending film ini..

Well, terlepas dari jenis film ini adalah film drama-mystery yang mungkin bagi sebagian orang membuat ngantuk, namun, saya tetap merekomendasikan film ini untuk ditonton sembari mengisi waktu luang Anda.

Selamat menonton!

Nilai : 7,8/10



Rabu, 05 Agustus 2015

Review Film : Predestination



Film ini merupakan salah satu film yang saya anggap jenius. Jika kalian suka film-film yang memiliki plot mengenai "waktu" seperti film Inception, Interstellar, ataupun Source Code, maka kalian pasti akan menyukai film ini. 

Yup, film ini adalah tentang time traveller.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang seorang time traveller (Ethan Hawke) yang diutus untuk mencari seorang pengebom yang dijuluki "Fizzle Bomber". Time traveller tersebut harus menangkap sang "Fizzle Bomber" dengan cara kembali ke masa lampau sebelum bom meledak, untuk menyelamatkan ribuan nyawa. 

Bagi sebagian orang, film sejenis ini sangat membingungkan. Tapi bagi saya yang memang suka dengan film mikir, twist ending, maupun misteri, film ini sangat saya rekomendasikan.

Namun jangan khawatir, meskipun dengan alur film khas penjelajah waktu yang maju-mundur, film ini tidak seberat film Interstellar. Sejujurnya saya cukup bingung dengan film Interstellar, walaupun saya tahu, film complicated tersebut sangat jenius dan saya pun juga sangat mengagumi orang yang membuat cerita seperti itu. Imajinasinya sungguh luar biasa. Begitu juga dengan film Predestination, yang membuat anda penasaran, terbawa emosi, dan yang pasti dapat membuat anda terkejut di akhir ceritanya. 

Nilai : 9/10

Rabu, 01 Juli 2015

Review Film : The Age of Adaline



Hai guys.. Kali ini aku mau review film yang ceritanya cukup unik, yaitu The Age of Adaline.

Adaline Bowman, mengalami hal ajaib pada usianya yang ke 29 tahun. Ia mengalami kecelakaan, dan sejak saat itu, Ia tidak pernah menua. Hal ini menyebabkan Ia harus mengganti identitasnya dan hidup secara berpindah-pindah agar orang lain tidak menaruh curiga padanya. Ia pun selalu berusaha menghindari hubungan yang terlalu dekat pada orang-orang disekitarnya. Satu-satunya orang tahu mengenai keanehan yang dialaminya hanyalah anaknya sendiri, yaitu Flemming.

Hari-hari Adaline semakin rumit ketika seorang pegusaha kaya jatuh hati padanya, Ellis Jones. Adaline yang sebenarnya juga mempunyai rasa yang sama pada Ellis memutuskan untuk meninggalkan Ellis karena tak ingin identitasnya terkuak. Namun, sebenarnya Adaline juga merasa lelah untuk selalu berlari, selalu menghindar dari setiap orang disekelilingnya.

Kasus unik dalam film ini mengingatkan pada film The Curious Case of Benjamin Button, yaitu sebuah film yang bercerita tentang Benjamin yang terlahir dalam kondisi tua namun semakin bertambahnya umur, fisiknya justru semakin muda. Meskipun ceritanya berbeda, namun kedua film tersebut sama-sama merupakan kisah fiksi yang sangat unik.

Overall, The Age of Adaline merupakan film yang sangat menarik, dan membuat orang-orang yang menonton penasaran pada ending filmnya. Walaupun fiksi, kisahnya membawa pesan atau malah sindiran yang cukup mengena, dimana kebanyakan orang menginginkan umur yang selalu muda. Namun ternyata kisah ini justru memperlihatkan dimana Adaline sebenarnya kesepian, dan sedih karena melihat orang-orang disekelilingnya bertambah tua (termasuk anaknya sendiri). Bahkan walaupun dia hidup lama, Ia tidak menikmati hidupnya.


Nilai : 8/10