Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Kenapa Wanita Perlu Bekerja?

Beberapa saat yang lalu muncul meme-meme yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai mengapa seorang wanita harus bekerja.
Ada yang bilang karena pria tidak tahu bedanya lipstik 500 ribu dan 50 ribu, karena cewek-cewek suka barang mahal, dan lain-lain..

Well, terlepas dari itu semua, pernyataan bahwa seorang wanita harus bekerja cukup menggelitik pikiran saya.
Secar pribadi, saya tidak memungkiri suatu saat ingin menjadi ibu rumah tangga yang melihat setiap detail tumbuh kembang sang anak, tapi disisi lain, saya cukup berpikir realistis bahwa saya tidak bisa dan tidak mau hanya mengandalkan nafkah dari suami saja.
Ada beberapa alasan mengapa saya ingin tetap bekerja walaupun sudah menikah :

Pertama, walaupun saya anak rumahan, tapi saya bosenan kalo tidak melakukan apa-apa dirumah.

Kedua, saya ingin wawasan saya bertambah dan otak terus terasah, salah satunya dengan cara bekerja.

Ketiga, saya ingin memiliki relasi sebanyak-banyaknya dengan cara bekerja dan bertemu banyak orang.

Keempat, saya itu banyak maunya. Pengen beli barang ini itu yang mana harganya cukup mahal dan menguras kantong. Misalnya make up. Rasanya kok kasian juga bila suami saya kelak harus menanggung semua keinginan saya itu. Meskipun itu juga kewajiban suami sih, tapi tetap saja, ada hal-hal yang ingin kota dapatkan dengan jerih payah kita sendiri.

Saya sangat mendukung pekerjaan ibu rumah tangga. Seperti yang sudah saya utarakan di atas, malahan saya juga berkeinginan suatu saat nanti saya bisa tetap bekerja dan menghasilkan uang dari rumah tanpa meninggalkan kewajiban saya sebagai seorang ibu. Tapi sebelum itu semua, saya rasa saya perlu melewati proses sebagai karyawan terlebih dahulu untuk membangun mental dan relasi. Apakah pemikiran saya benar?
Yah, semoga saja saya segara dapat pekerjaan agar bisa membuktikan pemikiran tersebut..Hehehe..






Kamis, 09 April 2015

Wanita, Status Pernikahan dan Pekerjaan

Apa yang terlintas pertama kali ketika mendengar kata "menikah"?
Hmm.. Sebenernya ini random thought banget sih. Lagi bengong terus kepikiran soal ini.
Gak tau kenapa lagi pengen sok kritis. haha..

Selama saya jadi job seeker, dari sekian banyak lowongan pekerjaan yang saya cari, sebagian besar selalu mencantumkan status "single" dalam persyaratannya, dan bahkan mengharuskan untuk tidak menikah dalam kurun waktu tertentu. Nah, yang mau saya tanyakan adalah "why"??

Sejujurnya, saya masih bingung atau heran sih lebih tepatnya, dengan persyaratan seperti itu.
Saya paham jika dari perusahaan pasti gak mau rugi, baru di hire trs karyawati nya langsung nikah, nanti gak fokus ke pekerjaan, belum bisa memberikan jatah cuti jika langsung hamil, ataupun jika wanita sudah menikah pasti ada pertimbangan perusahaan soal fasilitas yang diberikan ke keluarga karyawan. I know about it. But hey! Menikah itu adalah hak asasi setiap manusia kan. Dalam suatu artikel yang pernah saya baca, ada undang-undang yang menyebutkan kalau tidak boleh bagi perusahaan untuk menolak ataupun memecat seorang pekerja hanya karena status pernikahannya. kurang lebih sih seperti itu isinya..
(sumbernya lupa. menyusul deh yaa..)

Saya merasa bahwa tidak fair kalau status pernikahan dijadikan patokan sebuah perusahaan untuk menerima atau menolak seorang calon karyawan. 
Misalnya kandidat tersebut memiliki kinerja yang baik, dan punya potensi yang bagus, apakah sebuah perusahaan akan menyia-nyiakan kesempatan ini? 

Lagipula nih ya, menurut saya, seorang wanita yang sudah atau akan menikah yang memutuskan untuk bekerja pasti sudah memikirkan konsekuensinya untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga nya untuk tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang pekerja dan sebagai istri/ibu rumah tangga. Selain itu, kemampuan otaknya juga tidak akan menurun hanya karena status menikah. Jadi seharusnya bukan jadi masalah bagi perusahaan. 
Tinggal dilihat gimana kesungguhan dan tanggung jawabnya seperti yang dia utarakan di awal.
Make sure kalo dia emang akan konsisten dengan omongannya.
Saya rasa kalo dia memang berniat bekerja, pasti dia akan bekerja semaksimal mungkin yang dia mampu.
Dijamin.

Well, tulisan ini cuma opini dari sekelebat pikiran yang melintas aja kok. hmm..ditambah dengan curiousity tingkat dewa tentunya. hahaha..
Kalo ada kata-kata yang salah ataupun ada penjelasan logic yang mungkin belum saya ketahui dan mau disanggah ya tidak apa-apa.
Berarti lain kali harus cari info lebih dalam lagi sebelum posting.
Yang paling penting adalah, sudah mencoba berkomentar dan berpikir lebih kritis, biar gak pikun. hehe..