Kamis, 06 Agustus 2015
Review Film : Gone Girl (2014)
Rabu, 05 Agustus 2015
Review Film : Predestination
Yup, film ini adalah tentang time traveller.
Secara singkat, film ini mengisahkan tentang seorang time traveller (Ethan Hawke) yang diutus untuk mencari seorang pengebom yang dijuluki "Fizzle Bomber". Time traveller tersebut harus menangkap sang "Fizzle Bomber" dengan cara kembali ke masa lampau sebelum bom meledak, untuk menyelamatkan ribuan nyawa.
Bagi sebagian orang, film sejenis ini sangat membingungkan. Tapi bagi saya yang memang suka dengan film mikir, twist ending, maupun misteri, film ini sangat saya rekomendasikan.
Namun jangan khawatir, meskipun dengan alur film khas penjelajah waktu yang maju-mundur, film ini tidak seberat film Interstellar. Sejujurnya saya cukup bingung dengan film Interstellar, walaupun saya tahu, film complicated tersebut sangat jenius dan saya pun juga sangat mengagumi orang yang membuat cerita seperti itu. Imajinasinya sungguh luar biasa. Begitu juga dengan film Predestination, yang membuat anda penasaran, terbawa emosi, dan yang pasti dapat membuat anda terkejut di akhir ceritanya.
Nilai : 9/10
Sabtu, 04 Juli 2015
Tes Kesehatan (di Puskesmas) Sebelum Menikah
- berapa lama hubungan yang sudah dijalani?
- seberapa jauh anda mengenal calon suami dan bagaimana karakternya?
- bagaimana hubungan dengan keluarga calon suami?
- apa konflik yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasi konflik tersebut?
- apa tujuan untuk menikah?
- apa yang membuat anda yakin dengan pasangan?
- apakah akan menunda atau segera memiliki anak?
- apa rencana kedepannya dalam mendidik anak? apa pola asuh yang akan diterapkan? bagaimana pendidikannya dikemudian hari?
- kenapa menutuskan menikah di usia yang relatif muda?
- dan seabrek pertanyaan lainnya....
Rabu, 01 Juli 2015
Review Film : The Age of Adaline
Review Film : Insidious Chapter 3
Minggu, 24 Mei 2015
Souvenir Oh Souvenir...
Kalo denger kata souvenir pernikahan, pasti yang terbesit pertama kali adalah barang kecil, unik, dan bermanfaat. kelihatannya gampang ya? tapi ternyata gak semudah itu lho..
Kebingungan dalam memilih souvenir ini aku alami beberapa waktu yang lalu. Meskipun rencana acara pernikahanku masih sekitar 4-5 bulan lagi, tapi menurutku, pemilihan souvenir ini gak bisa dianggap sepele. Kalau browsing pilihan souvenir sih udah aku lakuin dari kemarin-kemarin, tapi untuk survey ketempat souvenir, kok ya rada susah juga cari waktunya karena kerjaan dan ketika weekend rasanya terlalu males untuk sekedar cari-cari souvenir, dan banyak godaan juga untuk nglakuin hal-hal lain yang lebih asyik. Hehehe..
Aku sendiri sebenernya pengen souvenir yang unik dan anti mainstream. Kalo mas lucky sih, dia gak mau terlalu ambil pusing, yang penting murah dan bakal kepake. (Dasar cowok!)
Setelah cari tahu sana-sini soal rekomendasi toko souvenir, kita langsung cus ke Toko souvenir "Multi Kasih" yang ada di daerah pasar ASEMKA. (Sebenernya toko ini bukan pilihan pertama sih, karena sebelumnya kita juga udah ke "Alfiandra Souvenir" yang ada di daerah Cipinang. Banyak juga yang review toko ini di internet. Tapi gak perlu diceritain panjang lebar lah yaa, karena kami kurang sreg dengan pilihan souvenir yang ada disana. Bukan karena jelek-jelek sih, tapi gak tau kenapa kami jadi bingung sendiri dan gak milih apa-apa disana. Hihihi..)
Pilihan pertama yang langsung menarik hati kami saat ke Toko Multi kasih jatuh pada lampu keramik dengan hiasan bunga-bunga. Lucu banget, unik, dan pastinya kepake. Tapi kendala datang, harga nya yang bisa dibilang mahal dan tentu aja diluar budget kami.. huhuu.. Akhirnya dengan berat hati kami melepas pilihan itu walopun dalam hati tetep pengen banget dan berusaha cari-cari cara supaya tetep bisa beli souvenir itu. Maksa MODE ON.
Sebenernya banyak banget pilihan souvenir yang ada di toko ini, pilihannya unik-unik dan lucu-lucu. Beberapa pilihan souvenir yang sempat menarik hati kami diantaranya adalah gelas dengan ornamen emas, lampu warna-warni dari plastik, dan pajangan-pajangan lainnya dengan harga yang lebih murah.
Tapi ternyata, kendala kami gak berhenti disitu aja. Setelah konsultasi sama orang rumah a.k.a mama dan babe, mereka gak merekomendasikan cari souvenir di Jakarta. Pertama, karena resepsi bakal diadakan di Jogja yang berarti akan ada biaya tambahan untuk ongkir. Kedua, kalaupun dibawa sendiri naik kereta tetep aja ribet karena paling gak harus bawa 3 kardus souvenir..
Alamakkk.. iya juga yaa.. Akhirnya kita berpikir lagi nih buat cari cara gimana solusinya..
Setelah berbingung-bingung ria dengan masalah souvenir ini, akhirnya kami memutuskan untuk hunting souvenir di jogja, tepatnya di pasar beringharjo. Di pasar ini, gak perlu diraguin lagi lah yaa, banyak juga pilihan souvenirnya. Aku sempet kepincut sama souvenir strawberry yang ternyata adalah tas. Jadi, tas souvenirnya bisa dilipet-lipet jadi bentuk strawberry. Lucu deh.. Souvenir ini juga bakal berguna banget. Selain itu, sebagai generasi masa kini yang peduli global warming, souvenir ini merupakan bentuk tindakan go-green bangettt. hehehe..
Setelah cari-cari lagi, akhirnya ketemu beberapa opsi souvenir, diantaranya adalah topless kecil, gelas bentuk jar, gelas keramik, sampe kipas dari kulit.
Akhirnya pilihan souvenir jatuh pada benda rahasia ini. Belum boleh cerita, biar surprise. *Wink
Terus ngapain di-post yaa? ( -___-")
Meskipun ujung-ujung nya tetep souvenir mainstream juga sih, tapi tetep lucu dan berguna kok.
Hehehe...
Kamis, 09 April 2015
Wanita, Status Pernikahan dan Pekerjaan
Gak tau kenapa lagi pengen sok kritis. haha..
Saya paham jika dari perusahaan pasti gak mau rugi, baru di hire trs karyawati nya langsung nikah, nanti gak fokus ke pekerjaan, belum bisa memberikan jatah cuti jika langsung hamil, ataupun jika wanita sudah menikah pasti ada pertimbangan perusahaan soal fasilitas yang diberikan ke keluarga karyawan. I know about it. But hey! Menikah itu adalah hak asasi setiap manusia kan. Dalam suatu artikel yang pernah saya baca, ada undang-undang yang menyebutkan kalau tidak boleh bagi perusahaan untuk menolak ataupun memecat seorang pekerja hanya karena status pernikahannya. kurang lebih sih seperti itu isinya..
(sumbernya lupa. menyusul deh yaa..)
Lagipula nih ya, menurut saya, seorang wanita yang sudah atau akan menikah yang memutuskan untuk bekerja pasti sudah memikirkan konsekuensinya untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga nya untuk tetap memenuhi kewajibannya sebagai seorang pekerja dan sebagai istri/ibu rumah tangga. Selain itu, kemampuan otaknya juga tidak akan menurun hanya karena status menikah. Jadi seharusnya bukan jadi masalah bagi perusahaan.
Tinggal dilihat gimana kesungguhan dan tanggung jawabnya seperti yang dia utarakan di awal.
Make sure kalo dia emang akan konsisten dengan omongannya.
Saya rasa kalo dia memang berniat bekerja, pasti dia akan bekerja semaksimal mungkin yang dia mampu.
Dijamin.
Well, tulisan ini cuma opini dari sekelebat pikiran yang melintas aja kok. hmm..ditambah dengan curiousity tingkat dewa tentunya. hahaha..
Kalo ada kata-kata yang salah ataupun ada penjelasan logic yang mungkin belum saya ketahui dan mau disanggah ya tidak apa-apa.
Berarti lain kali harus cari info lebih dalam lagi sebelum posting.
Yang paling penting adalah, sudah mencoba berkomentar dan berpikir lebih kritis, biar gak pikun. hehe..


