Kamis, 10 September 2015

Review Vendor Pernikahan (Part 1)

Tik tok tik tok...
Ini udah awal (hampir pertengahan) bulan september! Berarti gak sampe sebulan lg menuju tanggal pernikahan ku.. Insya Allah...
OMG I'M SOOOOOO EXCITEDDDD!!
AAAAAAAAAAA!!!!!

Sejauh ini persiapan Alhamdulillah lancar, walaupun semakin kesini semakin mikirin apa aja printilan-printilan yang belum keurus..
Rempong? Bangeeet.. Tapi semoga semuanya bakal berjalan sesuai rencana. Amin..

Well, aku pengen ngereview dikit vendor-vendor yang sejauh ini udah membantu dalam proses persiapan pernikahanku.. Tulisan ini murni dari penilaianku secara objektif yaa, dan gak ada maksud promosi atau apapun.. Emang niat untuk nge-share pengalaman aja..
Oke deh kalo gtu, langsung aja yaa..


Undangan

Untuk undangan, aku pakai "Maha Mahligai". Aku dapet vendor ini dari iklan di instagram, begitu liat langsung seneng sama design-nya yg fresh dan kekinian. Pokoknya naksir abis deh. Apalagi pas tau ternyata storenya di Jogja, tanpa pikir panjang langsung deh dateng ke storenya.
Ini adalah design undangan kami.
Simple tapi tetap elegan.


Untuk design lainnya bisa langsung kepoin IG-nya yaa di @mahamahligai, karena kalian bisa liat bermacem-macem design yang ada disana, dan aku jamin kalian pasti suka walaupun cuma salah satunya! Oh iya, ciri khas design mahamahligai adalah floral dan pastel color. Walopun gak semuanya sih, ada warna bold dan design karikatur kekinian juga lhoh!

Selain responnya cepet, mas nya juga ramah, dan proses pengerjaannya dari design, revisi sampe produksinya juga gak lama-lama amat.. Yaa cukup worth it lah dengan hasilnya.. Dan yang paling penting nih ya, harganya masih cukup terjangkau kok. Pokoknya over all, aku puas deh!

Nilai : 8,5/10


Souvenir

Vendor souvenir yang kami pakai adalah "Evy Souvenir". Evy souvenir mempunyai store di Pasar Beringharjo. Pasar ini terletak di sekitar Malioboro. Tau dong yaa pasar ini emang terkenal dengan souvenir, batik dan cinderamata lainnya. Pokoknya orang yg jalan-jalan ke Jogja belum berasa lengkap kalo belum ke malioboro dan sekitarnya!
Oke balik lagi ke vendor Evy Souvenir. Sebenarnya souvenir disini lumayan pricey yaa dibanding dengan penjual souvenir lainnya di lokasi Beringharjo ini. Tapi menurut aku, itu mungkin karena dia menggunakan bentuk pemasaran yang lebih "niat" seperti website, sehingga lebih dikenal dan memudahkan orang yang mau pesen juga pastinya. Selain itu, kalo diliat-liat storenya memang lebih rapi, dan lebih menarik dari penjual lainnya. Jadi ya wajar kalo harganya lebih mahal. 

Ini souvenir yang aku pilih.
Mainstream sih, tapi lucu kok. Hehehe..



Untuk kualitas souvenir sebenarnya lumayan, tapi aku menemukan beberapa mug yang hasil sablonannya kurang sempurna. Disini nih aku agak kecewanya. Karena untuk sablon ini aku menambah Rp. 1000/pcs tapi kualitas sablonnya cukup mengecewakan. Oh iya, untuk tile/mika sebagai pembungkus juga ada tambahan biaya sekitar 1.000an lagi. Jadi kalo dihitung-hitung biayanya lumayan bikin bengkak juga disitu. 

Oh iya, ada pengalaman kurang enak lainnya juga pas pesen souvenir disini. Jadi sebenernya aku request warna sablonnya di sesuaikan sama warna mugnya, tapi ternyata malah dibikin warna item semua. Tapi diluar itu semua, souvenir disini lumayan juga kok, banyak pilihannya..

Website : Evy Souvenir
Instagram : @evysouvenir

Nilai : 7/10

(NB : kalau mau baca post-an aku seputar pencarian souvenir bisa dibaca disini)



Foto Pre Wedding

Sebenernya foto pre wedding ini gak masuk dalam to do list kami. Karena emang dari awal aku dan mas lucky mikir foto prewed ini gak penting dan cuma bikin pemborosan aja, jadi harus di skip. Tapi semakin kesini semakin ngerasa perlu buat prewed. Akhirnya kami memutuskan untuk foto prewed di sela-sela kesibukan mas lucky itu.

Kami pun kemudian menjatuhkan pilihan ke "Ratri Image" yang berlokasi di lantai 3 Mirota Batik. 

Kenapa milih disini?
Gak tau kenapa ini random banget. Karena awalnya kami pengen prewed outdoor ala-ala vintage kayak di film The Great Gatsby gitu. Tapi akhirnya malah pengen prewed indoor dan adat jawa aja. Dan disini foto nya udah include costum jawa, jadi kita pilih disini deh, biar simple.

Hasil fotonya sih belom jadi, tapi kalo ngliat angle-angle jepretan kemaren lumayan juga. Fotografernya gerak cepat untuk langsung ngasih pose-pose yang bakal kita ikutin. Kayaknya jam terbangnya juga udah tinggi, jadi agak buru-buru juga.

Paket foto prewed disini ada yang indoor dan outdoor, dan disini emang spesialis foto adat jawa gitu deh kayaknya, walopun ala eropa juga ada sih. Selain itu, biasanya paket fotonya udah include costume dan make up, jadi tinggal dateng bawa diri aja. Hehehe..

Ini hasil foto kami..




Ada pengalaman kurang enak juga nih disini.. Lebih tepatnya agak ngerasa aneh aja sih, karena pas aku selesai make up, tukang rias nya langsung pulang. Alhasil begitu kelar foto aku nyopot-nyopot sanggul dan kebaya sendiri. Hadehhh...

Over all sih aku ngerasa biasa aja foto disini, gak yang ngerasa puas banget tapi juga gak kecewa. Standar.

Untuk harga dan detail lainnya bisa liat di instagram Ratri Image di @ratriimage atau FB : Ratri Image

Nilai : 7


Oke deh, mungkin segitu dulu kali yaa review dari aku. Di post selanjutnya aku bakal lanjutin review vendor-vendor wedding lainnya kayak jasa hias seserahan, wedding organizer, dekorasi, dan lain-lain.. Insya Allah..
Bye bye..



With Love,

Kikie




Senin, 24 Agustus 2015

Ternyata Menulis itu.....




Sebenarnya saya suka menulis, bahkan dari kecil suka nulis diary. Ntah kenapa, perasaan jadi lebih enak kalo ditulis, lebih plong gitu.. Kalo sekarang-sekarang sih nulisnya lebih buat ngisi waktu luang aja. Jadi pengennya bukan sekedar nulis curhatan-curhatan gak jelas, tapi sesuatu yang di share yang bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya. Menulis itu kan butuh pemikiran, butuh fakta, butuh data ataupun opini yang ingin dituangkan, ditambah dengan pemikiran untuk menyusun kata-kata yang jelas dan gampang dipahami. Jadi otak kita juga terasah. Asik kan?hehe..

Walaupun saya masih newbie dalam merangkai kata-kata untuk menjelaskan atau menggambarkan sesuatu, tapi saya rasa semakin sering berlatih pasti kemampuan menulis akan lebih baik. Iya kan? Namun menurut saya, kesulitan terbesar bukan pada menulisnya, tapi pada konsistensi untuk tetap menulis. Lihat saja di bagian blog archive saya. Masak dalam satu bulan hanya posting 1-2 tulisan saja. Sejujurnya waktu juga ada, laptop ada, koneksi internet juga ada, tapi idenya itu lhoh, gak ada. Bingung mau nulis apa. Padahal kalo mau dipikir-pikir, hal-hal yang bisa ditulis juga banyak.
Tapi ntah kenapa ide menulisnya gak muncul. Apakah saya malas? Mungkin.

Well, sebaiknya saya harus lebih belajar lagi dalam hal mengorek ide yang ada dikepala saya supaya bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan setiap beberapa waktu, jadi bisa konsisten nulisnya.
Paling nggak 1 minggu 1 tulisan lah. Selain tentunya belajar menulis blog biar isinya lebih menarik lagi.. hehe.. 

Mungkin ada yang mau berbagi tips dan trik?

Kamis, 06 Agustus 2015

Review Film : Gone Girl (2014)



Inilah kegiatan saya untuk mengisi waktu luang akhir-akhir ini. Nonton film, terus coba direview deh. hehe.. Saya memang suka banget nonton film sampe kadang lupa waktu. Menurut saya, dengan menonton film, kita bisa masuk dan juga turut merasakan emosi aktor dalam film tersebut. Mungkin karena saya memang suka berimajinasi ya, jadi suka terlalu kebawa-bawa perasaan dalam film a.k.a baper abis. Misalnya kalo liat film sedih yang aktornya mati, saya bisa kepikiran dan sedih berhari-hari. Apalagi kalau film yang diliat merupakan film horor ataupun yang serem-serem gitu. Pernah malah pas lagi berenang saya tiba-tiba parno sendiri karena kepikiran ada hiu di belakang saya. Lebay banget yakk.. Hahaha..

Oke.. Skip.. langsung ke review film Gone Girl yaa..

Ini merupakan salah satu film yang menurut saya bisa membolak-balikkan emosi orang yang menonton film ini. Pikiran kita seperti di seret ke dalam emosi tertentu, kemudian di scene berikutnya membuat kita emosi pada hal lain. *duh, gimana sih bahasa saya* Maklumlah, saya emang pecinta film, tapi saya masih newbie dalam hal merangkai kata-kata untuk menjelaskan maupun mereview sesuatu. *peace*

Film ini bercerita tentang seorang pria (diperankan oleh Ben Affleck) yang mendapati istrinya hilang pada saat Ia pulang ke rumahnya. Tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dirumahnya mengindikasikan bahwa istrinya kemungkinan hilang diculik oleh seseorang. Namun setelah diselidiki lebih jauh oleh polisi, segala kemungkinan hilangnya sang istri justru tertuju padanya. 

Nah, seru kan? dari sekelebat sinopsis diatas aja pasti udah bikin penasaran. hehe.. Memang film ini bikin penasaran dari awal sampe akhir kok. Walaupun sebenarnya saya kurang suka dengan endingnya sih.. (bukan bermaksud spoiler yaa..) Tapi saya rasa, mungkin ada opsi cerita yang lebih "greget" untuk ending film ini..

Well, terlepas dari jenis film ini adalah film drama-mystery yang mungkin bagi sebagian orang membuat ngantuk, namun, saya tetap merekomendasikan film ini untuk ditonton sembari mengisi waktu luang Anda.

Selamat menonton!

Nilai : 7,8/10



Rabu, 05 Agustus 2015

Review Film : Predestination



Film ini merupakan salah satu film yang saya anggap jenius. Jika kalian suka film-film yang memiliki plot mengenai "waktu" seperti film Inception, Interstellar, ataupun Source Code, maka kalian pasti akan menyukai film ini. 

Yup, film ini adalah tentang time traveller.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang seorang time traveller (Ethan Hawke) yang diutus untuk mencari seorang pengebom yang dijuluki "Fizzle Bomber". Time traveller tersebut harus menangkap sang "Fizzle Bomber" dengan cara kembali ke masa lampau sebelum bom meledak, untuk menyelamatkan ribuan nyawa. 

Bagi sebagian orang, film sejenis ini sangat membingungkan. Tapi bagi saya yang memang suka dengan film mikir, twist ending, maupun misteri, film ini sangat saya rekomendasikan.

Namun jangan khawatir, meskipun dengan alur film khas penjelajah waktu yang maju-mundur, film ini tidak seberat film Interstellar. Sejujurnya saya cukup bingung dengan film Interstellar, walaupun saya tahu, film complicated tersebut sangat jenius dan saya pun juga sangat mengagumi orang yang membuat cerita seperti itu. Imajinasinya sungguh luar biasa. Begitu juga dengan film Predestination, yang membuat anda penasaran, terbawa emosi, dan yang pasti dapat membuat anda terkejut di akhir ceritanya. 

Nilai : 9/10

Sabtu, 04 Juli 2015

Tes Kesehatan (di Puskesmas) Sebelum Menikah

Haii.. Kali ini aku mau share tentang pengalaman tes kesehatan di puskesmas untuk syarat daftar pernikahan di KUA.

Awalnya sih gak niat mau tes kesehatan hari itu, tapi karena pas ngurus keperluan pernikahan di kelurahan langsung dapet surat pengantar untuk tes kesehatan dan surat untuk ke KUA, jadi aku pikir sekalian aja diselesein semua urusannya hari itu juga.

Begitu tiba di puskesmas, aku langsung kasih surat pengantarnya ke bagian pendaftaran. Setelah itu, ditanyain sama orang puskesmasnya dateng sama calon suaminya apa cuma sendiri. Berhubung kemaren gak ada mas lucky, jadilah aku tes kesehatan sendiri. Sedangkan tes kesehatan untuk calon pengantin prianya bisa menyusul ditempat terpisah.

Tes kesehatan di puskesmas sendiri terdiri dari tes darah, urine, pemeriksaan kandungan, suntik TT, pemeriksaan gigi, pemeriksaan gizi, dan tes psikologi. Lumayan rempong yaaa.. hehe.. Sebenernya untuk pemeriksaannya sendiri gak lama sih, antreannya pun gak terlalu lama. Sempet kepikiran buat ninggal dulu untuk ngurus di KUA kalo lama dipanggil, tapi ternyata lumayan cepet juga.

Tes pertama yang aku jalani yaitu tes kandungan dan suntik TT. Disini pertama-tama aku disuruh nimbang dulu, terus dicek tensinya, ditanyain tinggi badan, dan kapan menstruasi terakhir. Setelah itu aku disuruh berbaring dan dokternya meraba-raba bagian perut untuk ditanyain sakit gak, terus kalau mens suka nyeri gak, dll. Begitu selesai, langsung deh disuntik TT. Dokter memberikan kertas berisi tabel jadwal suntik TT. Suntik TT sendiri sebenernya diberikan hingga 5x secara berkala. Tenggat waktu dari tiap suntik ada yang sebulan hingga 12 bulan. Tujuannya adalah agar jika hamil, janin terlindungi dari tetanus (kurang lebih gitu sih yaaa). Jadi, jika kita suntik secara teratur menurut jadwal, kita bakal terproteksi dari penyakit tetanus sampai 25 tahun. Tapi entah kenapa, dokter malah langsung memberikan keterangan pada tabel untuk kolom suntik TT ketiga, dan bukan pada kolom suntik TT pertama. Waktu itu sih gak ngeh jadi gak sempet tanya. hihihi..

Tes kedua adalah tes darah dan tes urine. Kalau tes darah sih biasa aja, tapi pas tes urine agak risih juga karena harus nampung pipis padahal lagi gak pengen pipis karena puasa. Jadinya pipisnya dikit banget. Hihi.. Urinnya buat dicek pake tes pack hamil atau nggak. Gitu.

Tes ketiga yaitu pemeriksaan gigi. Sempet kepikiran juga buat apa tes gigi bagi calon pengantin. Setelah googling baru tau ternyata pemeriksaan gigi buat antisipasi kalo ada masalah di gigi ataupun gigi berlubang, jadi bisa disembuhin atau dilakukan tindakan sebelum menikah. Karena ketika hamil tidak bisa dilakukan pencabutan gigi atau tindakan lainnya karena ditakutkan berimbas pada janin. 

Setelah selesai tes gigi, selanjutnya yaitu tes psikologi. Disini nih tes yang paling lama. Pada sesi ini kita akan diberikan pertanyaan seputar hubungan dengan calon suami hingga tujuan menikah dalam jangka panjang. Jujur disini agak nervous juga karena gak prepare. Tapi lumayan bisa jawab dengan lancar dan jujur untuk tiap pertanyaan yang diajukan. Tes ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesiapan mental dari calon pengantin untuk mengarungi bahtera rumah tangga. ceilahh..
Beberapa pertanyaan yang diajukan diantaranya adalah :
  • berapa lama hubungan yang sudah dijalani?
  • seberapa jauh anda mengenal calon suami dan bagaimana karakternya?
  • bagaimana hubungan dengan keluarga calon suami?
  • apa konflik yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasi konflik tersebut?
  • apa tujuan untuk menikah?
  • apa yang membuat anda yakin dengan pasangan?
  • apakah akan menunda atau segera memiliki anak?
  • apa rencana kedepannya dalam mendidik anak? apa pola asuh yang akan diterapkan? bagaimana pendidikannya dikemudian hari?
  • kenapa menutuskan menikah di usia yang relatif muda?
  • dan seabrek pertanyaan lainnya....
Pokoknya untuk sesi ini usahakan untuk selalu menjawab dengan jujur. Bahkan jika ada yang ingin ditanyakan, justru ini merupakan saat yang tepat untuk mendapatkan masukan dari psikolog. Dalam sesi ini psikolog tidak hanya menanyakan pertanyaan pada kita, tapi juga memberikan advice-advice sebagai bekal kedepannya dalam membina rumah tangga. Aku suka banget sama sesi test psikologi ini.

Tes terakhir yaitu tes gizi. Untuk tes ini sih gak terlalu gimana-gimana ya. Cuma ditanya berat badan, tinggi badan, dan kemarin seharian makan apa aja. Kemudian ditanyain juga sering olahraga gak, makan sayur, dan apakah berat badannya stabil atau enggak. terus di kalkulasi asupan gizinya dan juga dikasih advice bagaimana menjalani pola hidup sehat. 

Setelah menjalani serangkaian tes, baru deh nanti kita dapet surat keterangan yang ada pilihan sehat untuk melakukan pernikahan ataupun harus ditunda dulu karena kurang sehat. Alhamdulillah hasilnya sehat, jadi boleh melangsungkan pernikahan. hehe. surat itu yang kemudian dibawa ke KUA beserta surat-surat dari kelurahan sebagai syarat pendaftaran pernikahan. Sayang banget gak ada foto-foto berkasnya karena langsung dikasihin ke pihak KUA. hehehe..

Oke, sekian dulu. Semoga berguna yaa infonya. :)

Rabu, 01 Juli 2015

Review Film : The Age of Adaline



Hai guys.. Kali ini aku mau review film yang ceritanya cukup unik, yaitu The Age of Adaline.

Adaline Bowman, mengalami hal ajaib pada usianya yang ke 29 tahun. Ia mengalami kecelakaan, dan sejak saat itu, Ia tidak pernah menua. Hal ini menyebabkan Ia harus mengganti identitasnya dan hidup secara berpindah-pindah agar orang lain tidak menaruh curiga padanya. Ia pun selalu berusaha menghindari hubungan yang terlalu dekat pada orang-orang disekitarnya. Satu-satunya orang tahu mengenai keanehan yang dialaminya hanyalah anaknya sendiri, yaitu Flemming.

Hari-hari Adaline semakin rumit ketika seorang pegusaha kaya jatuh hati padanya, Ellis Jones. Adaline yang sebenarnya juga mempunyai rasa yang sama pada Ellis memutuskan untuk meninggalkan Ellis karena tak ingin identitasnya terkuak. Namun, sebenarnya Adaline juga merasa lelah untuk selalu berlari, selalu menghindar dari setiap orang disekelilingnya.

Kasus unik dalam film ini mengingatkan pada film The Curious Case of Benjamin Button, yaitu sebuah film yang bercerita tentang Benjamin yang terlahir dalam kondisi tua namun semakin bertambahnya umur, fisiknya justru semakin muda. Meskipun ceritanya berbeda, namun kedua film tersebut sama-sama merupakan kisah fiksi yang sangat unik.

Overall, The Age of Adaline merupakan film yang sangat menarik, dan membuat orang-orang yang menonton penasaran pada ending filmnya. Walaupun fiksi, kisahnya membawa pesan atau malah sindiran yang cukup mengena, dimana kebanyakan orang menginginkan umur yang selalu muda. Namun ternyata kisah ini justru memperlihatkan dimana Adaline sebenarnya kesepian, dan sedih karena melihat orang-orang disekelilingnya bertambah tua (termasuk anaknya sendiri). Bahkan walaupun dia hidup lama, Ia tidak menikmati hidupnya.


Nilai : 8/10





Review Film : Insidious Chapter 3



Siapa yang tidak tahu film horor Insidious? Apalagi bagi para pecinta film horor pasti sudah tidak asing lagi dengan film yang satu ini. Film Insidious saat ini sudah mencapai chapter ke 3, dimana pada chapter-chapter sebelumnya, film ini bisa dikatakan cukup sukses membuat bulu kuduk pada penontonnya merinding.

Nah, kali ini aku mau review film Insidious Chapter 3 nih. Chapter kali ini masih menggunakan alur mundur yaitu menceritakan kejadian sebelum Insidious yang kedua. Cerita ini berawal pada saat seorang remaja bernama Quinn Brenner yang telah ditinggalkan oleh ibunya satu setengah tahun yang lalu akibat penyakit kanker yang dideritanya merindukan ibunya tersebut. Quinn yang rindu pada ibunya berusaha untuk berkomunikasi dengan ibunya yang telah tiada. Dia mendapati hal-hal aneh yang menurutnya adalah sinyal dari Ibunya yang ingin berkomunikasi dengannya. Ia pun kemudian menemui Elise (seorang cenayang yang ada di film-film Insidious sebelumnya) untuk membantunya berkomunikasi dengan ibunya tersebut. Pada awalnya Elise tidak mau membantu Karena Ia telah memutuskan untuk berhenti menjadi cenayang. Namun, karena Ia merasa kasihan pada Quinn yang sudah jauh-jauh datang kerumahnya, Elise pun mau membantunya untuk berkomunikasi dengan Ibu Quinn, yaitu Lily Benner. Namun pada saat Elise berusaha memanggilnya, yang datang justru bukan Lily, dan selama ini yang berusaha berkomunikasi dengan Quinn juga bukan Ibunya. Sejak saat itu terror yang dialami Quinn semakin sering hingga akhirnya dia terus mengalami gangguan-gangguan yang mengancam jiwanya.

Menurut aku film ini cukup bisa membuat kaget bagi para penontonnya, namun dari segi cerita cenderung memaksakan untuk “nyambung” dengan film Insidious chapter-chapter sebelumnya. Ada juga beberapa bagian yang cenderung bertele-tele sehingga part mencekamnya bisa dikatakan kurang. Selain itu, ada part-part film yang cenderung aneh dan membuat kita mengernyitkan dahi. haha.. But over all, film ini tetap bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan maupun di waktu luang. Apalagi dengan munculnya dua pria yang berprofesi sebagai Ghost Hunter (yang juga sudah muncul pada Insidious Part 2) yang menambahkan part komedi dalam film ini.


Nilai : 6.5/10

P.S : Walaupun film Insidious chapter 3 ini  berisi kasus yang berbeda, namun tetap ada benang merahnya., sehingga sebaiknya tontonlah terlebih dahulu film-film Insidious sebelumnya agar lebih jelas jalan ceritanya.