Selasa, 13 Oktober 2015

Review : Dewi Sri Spa dari Martha Tilaar

Siapa sih perempuan yang gak mau cantik?

Sebagai perempuan, sudah sepatutnya kita selalu menjaga kecantikan dan merawat diri. Apalagi yang udah menikah, tentu hal itu merupakan suatu kewajiban untuk menyenangkan suami. Hehehe..

Kali ini saya mau mereview salah satu isi seserahan pernikahan saya kemarin, yaitu produk perawatan badan Dewi Sri Spa dari Martha Tilaar.


Produk perawatan yang saya miliki terdiri dari body scrub, body lotion, body mist, dan body wash.

1. Dewi Sri Spa "Javanese Rose" Body Scrub


Kesan pertama kali ketika saya menggunakan scrub ini adalah wanginya enak banget! Baunya soft dan tidak menyengat, malahan bikin relax. Kulit juga jadi halusss dan lembab banget. Suka!
Penggunaan scrub ini sama seperti scrub pada umumnya, cukup oleskan pada seluruh tubuh dan gosok dengan lembut, lalu bilas dengan air hangat.


Seperti yang tertera pada kemasan, body scrub ini tidak mengandung mineral oils, paraben, maupun BHT. Sedikit penjelasan, mineral oils merupakan turunan minyak bumi yg mempunyai efek samping menutup pori-pori kulit, dan menyebabkan penuaan dini. Paraben adalah pengawet yang merupakan zat kimia yang berbahaya dan dapat mengiritasi kulit. Sedangkan BHT atau butylated hydroxytoluene merupakan penyebab kanker pada manusia. 
Jadi bisa dipastikan bahan-bahan yang digunakan sangat alami dan tidak berbahaya bagi tubuh ya..


2. Dewi Sri Spa "Javanese Rose" Body Lotion


Body lotion ini memiliki aroma yang sama seperti body scrub saya. Ketika di aplikasikan ke kulit, sama sekali tidak terasa lengket, dan yang paling saya suka, aromanya itu long lasting banget. Pokoknya aroma javanese rose ini menurut saya enak banget dan very recommended! 



Untuk penggunaannya, seperti body lotion pada umumnya yaa, digunakan ke seluruh tubuh sehabis mandi. 


3. Dewi Sri Spa "Passion of Manggis" Body Mist


Berbeda dengan body scrub dan body lotion yang mempunyai aroma javanese rose, kali ini saya memilih body mist passion of manggis. Wangi nya sendiri cenderung lebih manis dan lebih berani. Tetap enak sih, walaupun sebenarnya saya sendiri tidak terlalu menyukai wangi-wangi manis, karena gak tau kenapa, serasa lengket dan takut dikerubungin semut. Hahaha. 


Penggunaan body mist ini digunakan sehabis mandi. Langsung disemprotkan ke badan. Badan langsung segerrr dan wangi sepanjang hari.

Bagi pecinta parfum yang girly, manis-manis seperti buah-bunga, pasti suka deh dengan varian dari Dewi Sri Spa ini.

4. Dewi Sri Spa "Passion of Manggis" Body Wash


Gambar ini diambil setelah sabun sudah digunakan beberapa kali, jadi gak penuh. Hihihi..

Wanginya sama dengan body mistnya. Penggunaannya sama seperti sabun cair pada umumnya, tapi kalau bisa pakai shower puff biar busanya banyak dan lebih puas mandinya. Jatohnya juga jadi lebih irit sabun sih. Maklum, sudah jadi ibu rumah tangga, jadi pola pikirnya apa-apa harus lebih irit. Hahaha.


Selama penggunaan sabun ini, saya merasa kulit saya jadi lebih lembut dan lembab. 
Oh iya, sedikit tips dari saya, mandinya bareng suami pasti lebih enak. #ups


Overall...

Satisfied?
Selama saya menggunakan produk dewi sri spa ini saya merasa puas. Kulit saya jadi halus, lembab dan wangiii sepanjang hari. Kecuali untuk part aroma passion of manggis yang ternyata suami saya kurang suka. Katanya sih terlalu manis, padahal saya fine-fine aja, meskipun lebih suka yang javanese rose.

Packaging?
Lucuuu.. Girly-girly gimanaaa gitu. Design floral emang sangat menunjukan sisi feminin dari seorang wanita. Waktu saya beli memang lagi dapet box nya untuk pembelian 3pcs.


Lucu kan? Sangat cocok untuk isi seserahan.

Price?
Lumayan pricey ya kalo menurut saya. Walaupun saat saya beli lagi ada promo pembelian 2 gratis 1. Saya lupa harga per pcs nya, yang saya ingat, body scrubnya sekitar 220.000, sedangkan yang lainnya 100ribu-an. Jadi ketika saya bayar (dengan 1 produk gratis) sekitar 400ribu-an. 

Wanna buy again?
Kayaknya cukup sekali saja. Hehe..
Saya penasaran dengan produk lokal lain untuk perawatan tubuh juga, yang saya temukan di instagram. Produk tersebut juga laris, mendapat review yang bagus dan lebih murah pastinya. Hihihi..
iburumahtanggamode : on

Terima kasih yang sudah membaca blog saya. See ya!














Senin, 28 September 2015

Review : Laseca Salon & Spa

Hello.. 
This is my very first time to review about beauty-things.. Hahaha.. 
So check dis outt..

Sebenernya saya lumayan sering ke salon buat spa, kalo ada waktu dan uang lebih tentunya. Hehe.. Biasanya saya ke Flaurent Salon yang murah dan perawatannya lumayan lengkap. Tapi berhubung kali ini momentnya mau perawatan pranikah, jadi mau coba-coba tempat lain, yaitu Laseca, yang katanya enak juga.

Pagi-pagi saya udah reservasi via website, dan langsung pesen buat jam 11.00 untuk paket promo treatment whitening spa. Gak lama kemudian, mbak dari Laseca langsung telpon saya untuk konfirmasi. 
Setelah itu langsung deh saya berangkat ke Laseca salon yang di kotabaru. FYI, salon laseca ada 2 cabang di Jogja, yaitu di Kotabaru dan HOS cokroaminoto.

Begitu masuk inilah penampakan Salon Laseca Kotabaru. Girly banget.


Ternyata pilihan menunya lebih bervariasi daripada di website. Ada perawatan spa coklat, greentea, madu, susu, buah, dan lain-lain. 



Paket yang saya mau ambil tadinya paket promo whitening spa yang terdiri dari sauna, foot wash, pijat, lulur, bleaching seluruh tubuh, berendam susu, totok wajah, dan hair spa susu. Tapi setelah lihat pilihan di daftar menu, malah jadi bingung. Akhirnya sayapun memutuskan untuk upgrade treatment dari promo whitening spa ke whitening spa premium. Berdasarkan penjelasan mbaknya, beda treatment ini adalah, kalo yang premium ruangan privat, pijat lebih lama, sudah plus masker badan dan perawatan ketiak. Karena toh saya mau waxing ketiak juga, akhirnya sayapun memilih paket premium.

Ruang perawatan privat. Lumayan comfy.


Treatment pertama yang saya jalani adalah sauna, (setelah sebelumnya diharuskan berganti baju dengan kemben jarik). Sauna disini bukan memakai alat yang tertutup sampai leher itu ya, melainkan harus masuk ke dalam ruangan serba kayu gitu. Agak ngeri juga karena saya sebenarnya takut ruang sempit. Tapi karena di pintu ada kaca yang bisa ngeliat keluar dan terdengar suara-suara kegiatan diluar, saya pun lebih tenang. Treatment sauna dilakukan selama 15 menit. Sejujurnya saya malah kurang bisa mendapatkan efek sauna disini. Gak keringetan, cuma gerah aja, dan tidak banyak bulir-bulir keringat yang keluar.

Setelah sauna, berikutnya adalah foot wash. Kaki direndam dengan air hangat yang dicampur dengan aromatherapy. Lumayan bikin relax..

Selanjutnya, saya diminta berbaring telungkup untuk dipijat. Hmmm... Sejujurnya saya kurang bisa menikmati pijetan disini. Ada bagian-bagian yang diurut justru bikin sakit, bukannya enak. Tapi saya rasa ini karena kapsternya yang kurang berpengalaman, karena yang saya rasakan, pijetannya juga tidak urut dan teratur. Bedanya dengan di Flaurent, biasanya kapster di Flaurent menanyakan perut dan payudara mau dipijat juga atau gak, tapi disini gak ditanyakan, dan memang gak dipijit juga bagian perut dan payudara.

Setelah pijat, langsung deh dilulur, dimasker serta bleaching badan plus perawatan ketiak. Nah anehnya nih, treatment yang satu belum selesai langsung dikerjain treatment berikutnya. Misalnya nih, ketika masker tangan kanan, setelah itu kapster langsung melakukan perawatan ketiak sebelah kanan. Lhah kan ya aneh, harusnya tetep di masker dulu tangan kirinya, baru perawatan ketiak. Agak gimana gitu ya rasanya. Kan masker tangan sebelah kirinya jadi sebentar.

Treatment berikutnya adalah totok wajah, yang mana juga cuma sebentar banget. Gak ngerti deh ya, paketan spanya emang gitu atau kapsternya yang buru-buru. Sama sekali belum ngerasain relax itu wajah, eh udah selesai aja.

Begitu mbaknya selesai ngurusin keperluan bathtub, saya langsung ditinggal dan cuma dipesenin kalau airnya sudah penuh langsung berendam dan mandi, pakai baju, dan dia akan nunggu di ruang salon untuk treatment hair spa.

Ruang Perawatan Salon



Begitu tiba, saya sudah disuguhi secangkir teh hangat dan roti ayam.

Sayapun langsung diminta untuk melakukan pencucian rambut. Kekecewaan kembali muncul, kapsternya nyuci rambut sambil nonton tv, pijetan kurang dan keramasnya sebentar banget. 

Begitupun pas dilakukan treatment hair spa. Rambut cuma dibalurin cream dan langsung ditinggal pergi tanpa ada pijatan apapun. Gak relax sama sekali. Disini saya BT banget karena menurut saya, gak worth it dengan embel-embel premium treatment yang saya ambil tapi perawatannya seperti itu. Kayaknya malah sama aja dengan yang promo. 
Bahkan pas dirumah, rambut saya gak ada wangi habis dari salonnya. Cm wangi samar-samar aja gitu kayak habis keramas. Hufftt..

Overall, saya tidak terlalu puas treatment di Laseca, dan termasuk mahal untuk dapetin treatment yang katanya premium tapi "hanya" seperti itu. (Sorry to say...) Tapi ini mungkin tergantung kapster juga yaa. Mungkin saya emang lagi dapet kapster yang kurang berpengalaman. 

Kalau ditanya mau balik treatment disini apa nggak, saya mau nyoba perawatan lainnya. Karena banyak banget macemnya. Semoga aja next time dapet kapster yang lebih enak.


Nilai : 7/10

Jumat, 18 September 2015

Kenapa Wanita Perlu Bekerja?

Beberapa saat yang lalu muncul meme-meme yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai mengapa seorang wanita harus bekerja.
Ada yang bilang karena pria tidak tahu bedanya lipstik 500 ribu dan 50 ribu, karena cewek-cewek suka barang mahal, dan lain-lain..

Well, terlepas dari itu semua, pernyataan bahwa seorang wanita harus bekerja cukup menggelitik pikiran saya.
Secar pribadi, saya tidak memungkiri suatu saat ingin menjadi ibu rumah tangga yang melihat setiap detail tumbuh kembang sang anak, tapi disisi lain, saya cukup berpikir realistis bahwa saya tidak bisa dan tidak mau hanya mengandalkan nafkah dari suami saja.
Ada beberapa alasan mengapa saya ingin tetap bekerja walaupun sudah menikah :

Pertama, walaupun saya anak rumahan, tapi saya bosenan kalo tidak melakukan apa-apa dirumah.

Kedua, saya ingin wawasan saya bertambah dan otak terus terasah, salah satunya dengan cara bekerja.

Ketiga, saya ingin memiliki relasi sebanyak-banyaknya dengan cara bekerja dan bertemu banyak orang.

Keempat, saya itu banyak maunya. Pengen beli barang ini itu yang mana harganya cukup mahal dan menguras kantong. Misalnya make up. Rasanya kok kasian juga bila suami saya kelak harus menanggung semua keinginan saya itu. Meskipun itu juga kewajiban suami sih, tapi tetap saja, ada hal-hal yang ingin kota dapatkan dengan jerih payah kita sendiri.

Saya sangat mendukung pekerjaan ibu rumah tangga. Seperti yang sudah saya utarakan di atas, malahan saya juga berkeinginan suatu saat nanti saya bisa tetap bekerja dan menghasilkan uang dari rumah tanpa meninggalkan kewajiban saya sebagai seorang ibu. Tapi sebelum itu semua, saya rasa saya perlu melewati proses sebagai karyawan terlebih dahulu untuk membangun mental dan relasi. Apakah pemikiran saya benar?
Yah, semoga saja saya segara dapat pekerjaan agar bisa membuktikan pemikiran tersebut..Hehehe..






Kamis, 10 September 2015

Review Vendor Pernikahan (Part 1)

Tik tok tik tok...
Ini udah awal (hampir pertengahan) bulan september! Berarti gak sampe sebulan lg menuju tanggal pernikahan ku.. Insya Allah...
OMG I'M SOOOOOO EXCITEDDDD!!
AAAAAAAAAAA!!!!!

Sejauh ini persiapan Alhamdulillah lancar, walaupun semakin kesini semakin mikirin apa aja printilan-printilan yang belum keurus..
Rempong? Bangeeet.. Tapi semoga semuanya bakal berjalan sesuai rencana. Amin..

Well, aku pengen ngereview dikit vendor-vendor yang sejauh ini udah membantu dalam proses persiapan pernikahanku.. Tulisan ini murni dari penilaianku secara objektif yaa, dan gak ada maksud promosi atau apapun.. Emang niat untuk nge-share pengalaman aja..
Oke deh kalo gtu, langsung aja yaa..


Undangan

Untuk undangan, aku pakai "Maha Mahligai". Aku dapet vendor ini dari iklan di instagram, begitu liat langsung seneng sama design-nya yg fresh dan kekinian. Pokoknya naksir abis deh. Apalagi pas tau ternyata storenya di Jogja, tanpa pikir panjang langsung deh dateng ke storenya.
Ini adalah design undangan kami.
Simple tapi tetap elegan.


Untuk design lainnya bisa langsung kepoin IG-nya yaa di @mahamahligai, karena kalian bisa liat bermacem-macem design yang ada disana, dan aku jamin kalian pasti suka walaupun cuma salah satunya! Oh iya, ciri khas design mahamahligai adalah floral dan pastel color. Walopun gak semuanya sih, ada warna bold dan design karikatur kekinian juga lhoh!

Selain responnya cepet, mas nya juga ramah, dan proses pengerjaannya dari design, revisi sampe produksinya juga gak lama-lama amat.. Yaa cukup worth it lah dengan hasilnya.. Dan yang paling penting nih ya, harganya masih cukup terjangkau kok. Pokoknya over all, aku puas deh!

Nilai : 8,5/10


Souvenir

Vendor souvenir yang kami pakai adalah "Evy Souvenir". Evy souvenir mempunyai store di Pasar Beringharjo. Pasar ini terletak di sekitar Malioboro. Tau dong yaa pasar ini emang terkenal dengan souvenir, batik dan cinderamata lainnya. Pokoknya orang yg jalan-jalan ke Jogja belum berasa lengkap kalo belum ke malioboro dan sekitarnya!
Oke balik lagi ke vendor Evy Souvenir. Sebenarnya souvenir disini lumayan pricey yaa dibanding dengan penjual souvenir lainnya di lokasi Beringharjo ini. Tapi menurut aku, itu mungkin karena dia menggunakan bentuk pemasaran yang lebih "niat" seperti website, sehingga lebih dikenal dan memudahkan orang yang mau pesen juga pastinya. Selain itu, kalo diliat-liat storenya memang lebih rapi, dan lebih menarik dari penjual lainnya. Jadi ya wajar kalo harganya lebih mahal. 

Ini souvenir yang aku pilih.
Mainstream sih, tapi lucu kok. Hehehe..



Untuk kualitas souvenir sebenarnya lumayan, tapi aku menemukan beberapa mug yang hasil sablonannya kurang sempurna. Disini nih aku agak kecewanya. Karena untuk sablon ini aku menambah Rp. 1000/pcs tapi kualitas sablonnya cukup mengecewakan. Oh iya, untuk tile/mika sebagai pembungkus juga ada tambahan biaya sekitar 1.000an lagi. Jadi kalo dihitung-hitung biayanya lumayan bikin bengkak juga disitu. 

Oh iya, ada pengalaman kurang enak lainnya juga pas pesen souvenir disini. Jadi sebenernya aku request warna sablonnya di sesuaikan sama warna mugnya, tapi ternyata malah dibikin warna item semua. Tapi diluar itu semua, souvenir disini lumayan juga kok, banyak pilihannya..

Website : Evy Souvenir
Instagram : @evysouvenir

Nilai : 7/10

(NB : kalau mau baca post-an aku seputar pencarian souvenir bisa dibaca disini)



Foto Pre Wedding

Sebenernya foto pre wedding ini gak masuk dalam to do list kami. Karena emang dari awal aku dan mas lucky mikir foto prewed ini gak penting dan cuma bikin pemborosan aja, jadi harus di skip. Tapi semakin kesini semakin ngerasa perlu buat prewed. Akhirnya kami memutuskan untuk foto prewed di sela-sela kesibukan mas lucky itu.

Kami pun kemudian menjatuhkan pilihan ke "Ratri Image" yang berlokasi di lantai 3 Mirota Batik. 

Kenapa milih disini?
Gak tau kenapa ini random banget. Karena awalnya kami pengen prewed outdoor ala-ala vintage kayak di film The Great Gatsby gitu. Tapi akhirnya malah pengen prewed indoor dan adat jawa aja. Dan disini foto nya udah include costum jawa, jadi kita pilih disini deh, biar simple.

Hasil fotonya sih belom jadi, tapi kalo ngliat angle-angle jepretan kemaren lumayan juga. Fotografernya gerak cepat untuk langsung ngasih pose-pose yang bakal kita ikutin. Kayaknya jam terbangnya juga udah tinggi, jadi agak buru-buru juga.

Paket foto prewed disini ada yang indoor dan outdoor, dan disini emang spesialis foto adat jawa gitu deh kayaknya, walopun ala eropa juga ada sih. Selain itu, biasanya paket fotonya udah include costume dan make up, jadi tinggal dateng bawa diri aja. Hehehe..

Ini hasil foto kami..




Ada pengalaman kurang enak juga nih disini.. Lebih tepatnya agak ngerasa aneh aja sih, karena pas aku selesai make up, tukang rias nya langsung pulang. Alhasil begitu kelar foto aku nyopot-nyopot sanggul dan kebaya sendiri. Hadehhh...

Over all sih aku ngerasa biasa aja foto disini, gak yang ngerasa puas banget tapi juga gak kecewa. Standar.

Untuk harga dan detail lainnya bisa liat di instagram Ratri Image di @ratriimage atau FB : Ratri Image

Nilai : 7


Oke deh, mungkin segitu dulu kali yaa review dari aku. Di post selanjutnya aku bakal lanjutin review vendor-vendor wedding lainnya kayak jasa hias seserahan, wedding organizer, dekorasi, dan lain-lain.. Insya Allah..
Bye bye..



With Love,

Kikie




Senin, 24 Agustus 2015

Ternyata Menulis itu.....




Sebenarnya saya suka menulis, bahkan dari kecil suka nulis diary. Ntah kenapa, perasaan jadi lebih enak kalo ditulis, lebih plong gitu.. Kalo sekarang-sekarang sih nulisnya lebih buat ngisi waktu luang aja. Jadi pengennya bukan sekedar nulis curhatan-curhatan gak jelas, tapi sesuatu yang di share yang bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya. Menulis itu kan butuh pemikiran, butuh fakta, butuh data ataupun opini yang ingin dituangkan, ditambah dengan pemikiran untuk menyusun kata-kata yang jelas dan gampang dipahami. Jadi otak kita juga terasah. Asik kan?hehe..

Walaupun saya masih newbie dalam merangkai kata-kata untuk menjelaskan atau menggambarkan sesuatu, tapi saya rasa semakin sering berlatih pasti kemampuan menulis akan lebih baik. Iya kan? Namun menurut saya, kesulitan terbesar bukan pada menulisnya, tapi pada konsistensi untuk tetap menulis. Lihat saja di bagian blog archive saya. Masak dalam satu bulan hanya posting 1-2 tulisan saja. Sejujurnya waktu juga ada, laptop ada, koneksi internet juga ada, tapi idenya itu lhoh, gak ada. Bingung mau nulis apa. Padahal kalo mau dipikir-pikir, hal-hal yang bisa ditulis juga banyak.
Tapi ntah kenapa ide menulisnya gak muncul. Apakah saya malas? Mungkin.

Well, sebaiknya saya harus lebih belajar lagi dalam hal mengorek ide yang ada dikepala saya supaya bisa dituangkan ke dalam sebuah tulisan setiap beberapa waktu, jadi bisa konsisten nulisnya.
Paling nggak 1 minggu 1 tulisan lah. Selain tentunya belajar menulis blog biar isinya lebih menarik lagi.. hehe.. 

Mungkin ada yang mau berbagi tips dan trik?

Kamis, 06 Agustus 2015

Review Film : Gone Girl (2014)



Inilah kegiatan saya untuk mengisi waktu luang akhir-akhir ini. Nonton film, terus coba direview deh. hehe.. Saya memang suka banget nonton film sampe kadang lupa waktu. Menurut saya, dengan menonton film, kita bisa masuk dan juga turut merasakan emosi aktor dalam film tersebut. Mungkin karena saya memang suka berimajinasi ya, jadi suka terlalu kebawa-bawa perasaan dalam film a.k.a baper abis. Misalnya kalo liat film sedih yang aktornya mati, saya bisa kepikiran dan sedih berhari-hari. Apalagi kalau film yang diliat merupakan film horor ataupun yang serem-serem gitu. Pernah malah pas lagi berenang saya tiba-tiba parno sendiri karena kepikiran ada hiu di belakang saya. Lebay banget yakk.. Hahaha..

Oke.. Skip.. langsung ke review film Gone Girl yaa..

Ini merupakan salah satu film yang menurut saya bisa membolak-balikkan emosi orang yang menonton film ini. Pikiran kita seperti di seret ke dalam emosi tertentu, kemudian di scene berikutnya membuat kita emosi pada hal lain. *duh, gimana sih bahasa saya* Maklumlah, saya emang pecinta film, tapi saya masih newbie dalam hal merangkai kata-kata untuk menjelaskan maupun mereview sesuatu. *peace*

Film ini bercerita tentang seorang pria (diperankan oleh Ben Affleck) yang mendapati istrinya hilang pada saat Ia pulang ke rumahnya. Tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dirumahnya mengindikasikan bahwa istrinya kemungkinan hilang diculik oleh seseorang. Namun setelah diselidiki lebih jauh oleh polisi, segala kemungkinan hilangnya sang istri justru tertuju padanya. 

Nah, seru kan? dari sekelebat sinopsis diatas aja pasti udah bikin penasaran. hehe.. Memang film ini bikin penasaran dari awal sampe akhir kok. Walaupun sebenarnya saya kurang suka dengan endingnya sih.. (bukan bermaksud spoiler yaa..) Tapi saya rasa, mungkin ada opsi cerita yang lebih "greget" untuk ending film ini..

Well, terlepas dari jenis film ini adalah film drama-mystery yang mungkin bagi sebagian orang membuat ngantuk, namun, saya tetap merekomendasikan film ini untuk ditonton sembari mengisi waktu luang Anda.

Selamat menonton!

Nilai : 7,8/10



Rabu, 05 Agustus 2015

Review Film : Predestination



Film ini merupakan salah satu film yang saya anggap jenius. Jika kalian suka film-film yang memiliki plot mengenai "waktu" seperti film Inception, Interstellar, ataupun Source Code, maka kalian pasti akan menyukai film ini. 

Yup, film ini adalah tentang time traveller.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang seorang time traveller (Ethan Hawke) yang diutus untuk mencari seorang pengebom yang dijuluki "Fizzle Bomber". Time traveller tersebut harus menangkap sang "Fizzle Bomber" dengan cara kembali ke masa lampau sebelum bom meledak, untuk menyelamatkan ribuan nyawa. 

Bagi sebagian orang, film sejenis ini sangat membingungkan. Tapi bagi saya yang memang suka dengan film mikir, twist ending, maupun misteri, film ini sangat saya rekomendasikan.

Namun jangan khawatir, meskipun dengan alur film khas penjelajah waktu yang maju-mundur, film ini tidak seberat film Interstellar. Sejujurnya saya cukup bingung dengan film Interstellar, walaupun saya tahu, film complicated tersebut sangat jenius dan saya pun juga sangat mengagumi orang yang membuat cerita seperti itu. Imajinasinya sungguh luar biasa. Begitu juga dengan film Predestination, yang membuat anda penasaran, terbawa emosi, dan yang pasti dapat membuat anda terkejut di akhir ceritanya. 

Nilai : 9/10